Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskan dirimu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharap lebih sedikit
6. Tersenyum
Desember 6, 2008 pada 7:57 am (Uncategorized)
Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskan dirimu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharap lebih sedikit
6. Tersenyum
Desember 6, 2008 pada 7:56 am (Uncategorized)
atuh Cinta, berjuta rasanya, dibelai, dipegang, amboi rasanya..
Jatuh Cinta berjuta indahnya, tertawa, menangis karena jatuh cinta.!
Oh asyiknya…!
Suara Eddy Silitonga sangat enak terdengar kala mendendangkan syair lagu tadi. Aneh. Kenapa menggunakan istilah ‘jatuh’ cinta? Kenapa tidak memakai istilah ‘mendapat’ cinta? Apakah makna kata ‘jatuh’ mengartikan bahwa cinta itu tiba-tiba jatuh di mana saja, tanpa kenal waktu, usia, dan latar belakang seseorang? Atau apakah ‘jatuh’ berarti orang yang kejatuhan cinta ini tidak bisa mengelak atau menolak?
Semua orang berhak ‘kejatuhan’ cinta, Tetapi, tiap orang akan mendapat dan menerima cinta dengan berlainan kualitasnya. Cinta, seperti apa yang kita serahkan pada orang yang kita cintai? Juga, cinta yang berkualitas, seperti apa yang kita terima dari orang yang mengaku mencitai kita?
Jatuh cinta, apakah ini murni suatu proses yang mengacu pada perasaan saja? Atau, ada logika yang harus ditajamkan? Banyak dari kita menganggap, jatuh cinta merupakan kejadian di mana sese-orang tidak bisa berpikir lagi secara logis. Maka muncul guyonan “Kalau cinta sudah melekat, kotoran kambing pun serasa cokelat”
Masih soal kualitas, benarkah cinta pada pandangan pertama hanya ketertarikan fisik belaka? Apakah benar kita bisa mencintai seseorang pada pandangan pertama?
Kita menyukai seseorang kemudian ingin bertemu lagi dan bertemu lagi. Akhirnya perasaan kangen yang begitu dahsyat, membawa kita pada kecanduan ingin selalu bersama. Setelah itu, berlanjut dengan saling mengenal antarjiwa, apa saja kesukaaannya dan apa saja yang bisa menarik perhatiaannya. Jadi, memang tidak mungkin kita mencintai seseorang begitu melihatnya. Apalagi, tidak ketahuan asal-usulnya, tahu-tahu cinta dengan begitu saja. Cinta tidak menyerang tiba- tiba, tetapi efek ketertarikan membuat cinta tumbuh.
Dengan kenyataan ini, bisa disimpulkan bahwa jatuh cinta merupakan proses emosi yang kompleks. Agar cinta bisa tumbuh dan berkembang, maka cinta membutuhkan waktu berproses. Benar kata-kata dalam lagu Eddy Silitonga, yang menjelaskan jatuh cinta itu suatu proses, di mana kita merasa senang disentuh, dibelai, dan bisa tertawa juga menangis bersama.
Fenomena jatuh cinta, merupakan proses kematangan jiwa yang lengkap. Dalam berproses, tidaklah cukup hanya merasa senang dengan segala perasaaan tertarik ke arah kebutuhan biologis belaka. Jiwa kita menjadi matang dalam berproses jika kita memberi waktu, untuk mengenal lebih dalam, maka akal sehat harus tetap digunakan.
Ketika kita dalam kondisi jatuh cinta, sebaiknya kita respek dengan rambu-rambu yang ada. Jika menyepelekannya, itu bukan pertanda kita jatuh cinta kepada seseorang, tetapi sinyal kebodohan dalam suatu hubungan yang berawal dari ketertarikan. Tertarik kepada seseorang, banyak alasanya, tapi yang pertama terlihat adalah hal yang kasat mata, maka logika akan memberi sinyal untuk akal sehat kita tetap jernih.
Banyak hal terjadi saat mabuk cinta, kita mengidealkan kekasih kita, bukan melihatnya secara realistis, dan ini bom waktu untuk relasi selanjutnya. Jatuh cinta memang mengasyikan, memabukkan, tetapi harus bisa menerapkan logika dalam menjalani proses yang sedang terjadi, agar tidak menjadi kacau pada tahap selanjutnya yaitu menuju niat membangun hidup bersama dalam pernikahan.
Proses jatuh cinta itu menjadi indah dan bermakna untuk kesejahteraan hidup selanjutnya, jika kita mampu menyeimbangkan logika dan perasaaan, maka menghasilkan bukan saja cinta, tetapi cinta kasih.
Kasih, merupakan pengikat yang sempurna dalam relasi cinta, bukan saja antarpasangan, tetapi juga antarindividu. Cinta kasih bisa digambarkan melalui, apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan tanpa paksaan, tanpa tekanan dari pihak lain. Cinta kasih bukan ego yang menuntut, tetapi suatu penyerahan kasih sayang dengan kerelaan hati.
Cinta kasih membantu seseorang untuk menahan segala tekanan yang dialami dalam pernikahan. Cinta kasih mampu membuat seseorang menaruh kepercayaan kepada yang lain.
Cinta kasih mampu memaklumi seseorang pada saat orang yang kita kasihi sedang lemah dan berbuat salah. Orang yang mencintai dengan segenap batinnya akan senantiasa memberi kebebasan untuk orang yang dicintainya, memilih dan memiliki kebahagiaan dengan caranya sendiri.
Banyak orang terjebak ingin menguasai kekasih, membatasi pergaulannya, mengatur seleranya berbusana, atau malah berkebalikan yakni menjadi pihak yang selalu mengalah, berbuat apa saja yang diharuskan sang kekasih. Kondisi seperti ini, memberi makna bahwa kita belum siap memberi dan menerima kedatangan ‘cinta’ di mana masing-masing pihak masih bersikeras menggunakan cara sendiri.
Cinta Tidak Buta
Kenyataan di lapangan mengungkapkan bahwa cinta itu tidak buta, tetapi nafsulah yang buta. Di sinilah terlihat beda antara cinta dan nafsu. Banyak pernikahan terjadi didasari nafsu ketertarikan seketika, tetapi diberi label ‘cinta’. Maka, lahirlah kalimat, cinta pada pandangan pertama!
Waktu kita jatuh cinta, segala hal yang negatif disembunyikan.
Sejalan dengan waktu, hal yang tersembunyi ini menjadi masalah di kemudian hari, ketika tak ada tempat lagi untuk menyembunyikannya.
Suatu ketika kita sadar bahwa karakter pasangan kita banyak kekurangan sehingga membuat ketidakcocokan hidup bersama, lalu masalah lain pun menumpuk. Apakah persoalan relasi antarpasangan itu tadi bisa diatasi dengan cinta belaka? Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Maka, cinta saja tidak cukup. Harus menjadi cinta kasih untuk lebih kuat.
Cinta tidak melenyapkan semua masalah. Banyak orang berpikir, jika kita mempunyai cinta, maka segala masalah akan teratasi. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit relasi. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih lebih berani dalam bertindak dan tahan dalam berjuang menghadapi masalah yang ada.
Sangat berbahaya bila kita jatuh cinta berdasarkan menyukai kekasih hanya sebatas fisik, walaupun kita sadar, banyak hal dari dirinya yang kita tidak suka, tidak cocok. Jika kita tergila-gila kepada seseorang hanya karena senang ketika kontak fisik, maka itu bukan jatuh cinta, tetapi hanya nafsu belaka.
Cinta yang tidak buta, sadar akan kekurangan kekasihnya tetapi karena ada cinta di hatinya maka dia bisa mengatasinya dengan berusaha menerima dan memberi toleransi yang besar dengan harapan sang kekasih bisa berubah. Berdasarkan perasaan cinta yang besar, maka keinginan-keinginan tersebut, haruslah didasari dengan maksud baik.
Cinta yang tidak buta, tidak akan memberitahu kekurangan kekasih dengan geram, marah membenci, cinta tidak merasa jijik, cinta tidak mencaci, dan mengungkit-ungkit masa lalu. Tetapi, dengan cinta kita mengingatkan, memberi nasihat, memberi ruang agar sang kekasih menyadari keburukannya, dan mau berubah karena kesadarannya sendiri.
Nafsu bisa membutakan! Banyak orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu, sangat tergila-gila dengan kontak fisik, kecanduan seks pranikah, maka saat menikahinya, menerima saja kekurangan kekasihnya, tanpa keinginan memperbaiki. Hubungan yang didasari nafsu akan cepat jenuh, ketika kekurangan sang kekasih, semakin hari semakin terlihat dan kita lebih kritis untuk menuntut perubahan.
Ketika perubahan tidak juga didapat kita mengkhayal akan datang orang lain yang menggantikannya dan berusaha meninggalkannya. itulah akhir dari pernikahan yang berlandaskan nafsu bukan cinta kasih.
Pernikahan memungkinkan bagi banyak pasangan untuk saling melayani dan saling mengasihi dengan demikian pernikahan makin dikekalkan oleh cinta kasih, sama-sama berusaha menjadi pemberi kebahagiaan pada masing-masing pasangannya.
Sama-sama menghargai kekurangan yang ada, dan sama-sama memberi waktu untuk memperba- iki diri, tidak gengsi untuk meminta maaf jika berbuat salah.
Desember 6, 2008 pada 7:55 am (Uncategorized)
. Tidak mau sarapan
Banyak orng menepelekan sarapan, padahal tidak mengkonsumsi makan pagi hari menyebabkan turunya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemampuan otak
2. Kebanyakan makan
Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh darah otak yang biasanya menuntun kita pada menurunya kekuatan mental.
3. Merokok
Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan bagi otak kita. Bayangkan otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak heran diwaktu tua kita rawan Alzheimer.
4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
5. Polusi udara
Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlaalu lama berada di lingkungan berpolusi membuat kerja otak tidak efisien
6. Kurang tidur
Memberikan kesempataan untuk berisrirahat. Sering melupakan tidur justru membuat sel otak mati kekekahan.
7. Menutup kepala ketika sedang tidur
Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan yang buruk yang sangat berbahaya karena karbon dioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran jika lama-kelamaan otak menjadi rusak.
8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit
Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit kuga memperparah ketidakefektifan otak.
9. Kurangnya stimulasi otak
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.
10. Jarang berbicara
Percakapan intelektual biasanya membuat efek bagus pada kerja otak.
Desember 6, 2008 pada 7:54 am (Uncategorized)
Pemuda adalah orang-orang yang berlari menempa ketaqwaan, berlari dan berpacu dengan jiwa-jiwa mereka, mereka adalah orang-orang mujahid linafsi, mereka adalah orang-orang yang berlari mengoptimalkan potensi diri, mereka adalah orang-orang yang berlari merekrut sebanyak-banyaknya pendukung dakwah, dan mereka adalah orang yang memerankan diri seraya berebut mempersembahkan jiwa-jiwa mereka bagi tegaknya islam. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah berpangku tangan dan mereka orang-orang yang tidak pernah menyerah, apalagi kalah terhadap kemungkaran. Dan merreka adalah para pembelajar sejati.
Satu hari Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta…?”
“Bagaimana saya bisa menemukanya…?”
Gurunya menjawab, “ Ada ladang gandum yang luas di depan sana, berjalanlah kamu dan tanpa boleh kamu mundur kembali,kemudian ambil satu ranting saja. Jika kamu telah mengambil ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan dan tidak berapa lama dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satu saja?”
“Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana. Jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan tadi tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya.”
Gurunya kemudia menjawab, “Jadi ya itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya. “ Apa itu perkawinan?”
“Bagaimana saya bisa menemukannya”
Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur di depan sana, berjalanlah tanpa kamu boleh mundur kembali menoleh dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu sudah menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu arti perkawinan”
Plato pun berjalan dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu…?”
Plato menjawab “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajahi setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi kesempatan ini, aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini, Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.”
Gurunya pun menjawab, “ Dan ya itulah perkawinan.”
Catatan kecil :
Cinta itu semakin dicari semakin tidak ditemukan…
Cinta adanya dilubuk hati yang paling dalam, ketika dapat menahan keinginan dan pengharapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan berlebihan akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…
Tiada sesuatupun yang didapat dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya…
Desember 6, 2008 pada 7:49 am (Uncategorized)
(1) Apa kondisi pintu gubuk? (Terbuka/Tertutup)
Kamu masuk ke dalam gubuk dan melihat sebuah meja…
(2) Apa bentuk meja tersebut? (Bulat/Oval/Segiempat/Bujursangkar/Segitiga)
Di atas meja, ada sebuah pot bunga… di dalamnya ada air
(3) Berapa banyak air yang terisi? (Penuh/Setengah/Kosong)
(4) Dan pot tersebut terbuat dari apa? (Kaca/Porselen/Tanah)(Besi/Plastik/Kayu)
Kamu berjalan keluar gubuk… saat berjalan kamu melihat sebuah air
terjun dari jauh… ada air yang mengalir ke bawah…
(5) Seberapa cepat airnya terjun ke bawah? (Pilih sebuah angka dari 0 sampai 10)
Kamu terus melangk! ah… kamu menginjak sesuatu yang keras di tanah…saat kamu melihat ke bawah… kamu melihat kilauan warna emas. kamu membungkuk
dan mengambilnya… itu adalah gantungan kunci dengan kunci-kuncinya…
(6) Ada berapa banyak kunci yang kamu lihat di gantungan kunci tersebut?
(Pilih sebuah angka dari 1 sampai 10)
Kamu terus melangkah… coba mencari jalan keluar dari hutan…tiba-tiba kamu melihat sebuah kastil.
(7) Bagaimana kondisi kastil tersebut? (Tua/Baru)
Kamu memasuki kastil dan melihat sebuah kolam berisi air, tampak kotor dan di dalam tampak batu-batu permata berkilauan…
(8) Apakah kamu akan mengambil batu permata itu? (YA/TIDAK)
Di samping kolam tadi… ada kolam yang lain… dengan air yang bersih dan di permukaan tampak uang kertas mengambang…
(9) Apakah kamu akan mengambil uang tersebut? (YA/TIDAK)
Berjalan sampai ujung kastil ada sebuah pintu keluar… And melewatinya dan berjalan keluar kastil,Di luar, ada sebuah taman besar, kamu melihat sebuah kotak di atas tanah.
(10) Apa ukuran kotak tersebut? (Kecil/Sedang/Besar)
(11) Terbuat dari apakah kotak tersebut? (Karton/Kertas/Kayu/Besi)
Ada sebuah jembatan di taman agak jauh dari kotak,
(12) Terbuat dari apakah jembatan itu? (Besi/Kayu/Rotan)
Di seberang jembatan, ada seekor kuda.
(13) Apakah warna kuda tersebut? (Putih/Abu-abu/Coklat/Hitam)
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda? (Diam/Memakan Rumput/Lari ke sana kemari)
OH TIDAK….! Sebuah tornado datang… jaraknya agak jauh dari kuda.
kamu
punya 3 pilihan:
1.ari dan bersembunyi di dalam kotak?
2. lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
3. lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?
Berikut adalah penjelasannya:
(1) Pintu:
Pintu Terbuka = ( kamu orang yang suka sharing )
Pintu Tertutup = ( kamu orang yang suka menyimpan segalanya untuk diri sendiri )
(2) Meja:
Bulat/Oval =(teman manapun yang datang, kamu akan terima dan mempercayai mereka sepenuhnya)
Bujursangkar/Segiempat = (kamu agak pemilih soal teman dan hanya berteman dengan mereka yang selevel dengan kamu )
Segitiga = (kamu sangat pemilih soal teman dan kamu tidak punya banyak teman di kehidupan kamu)
(3) Air di dalam pot:
Kosong = ( hidup kamu kosong )
Setengah Terisi = ( apa yang kamu inginkan dalam hidupmu cuma setengah terpenuhi )
Penuh = ( hidup kamu terisi penuh dan ini sangat baik bagimu )
(4) Bahan baku pot..?
Kaca/Tanah/Porselin = (kamu lemah dalam hidup ini dan cenderung rapuh)
Besi/Plastik/Kayu = (kamu kuat dalam hidup ini)
(5) Aliran air terjun:
0 = (tidak ada gairah seks)
1 ke 4 = (gairah seks rendah)
5 = (gairah seks rata-rata)
6 ke 9 = ( gairah seks tinggi )
10 = (gairah seks tinggi!!! Tidak bisa hidup tanpa seks…)
(6) Kunci:
1 = (kamu punya satu teman baik dalam hidupmu)
2 ke 5 = ( kamu punya sedikit teman baik dalam hidupmu)
6 ke 10 = (kamu punya banyak teman baik)
(7) Kastil:
Tua = (menunjukkan bahwa hubungan terakhir kamu tidak baik dan tidak kamu ingat dalam memorimu)
Baru = ( bungan terakhir kamu baik dan masih hangat dalam memorimu)
(8) Batu permata:
YA = (ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan melirik yang lain).
TIDAK = (ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan berada di dekat dia terus)
(9) Uang kertas:
YA = ( bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih akan melirik yang lain ).
TIDAK = (bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih memikirkadia dan akan tetap setia padanya, tidak melirik yang lain).
(10) Ukuran kotak:
Kecil = (ego kecil)
Sedang = ( ego rata-rata)
Besar = (ego tinggi)
(11) Bahan baku kotak:
Karton/Kertas/Kayu(tidak berkilauan) = ( kepribadian rendah hati)
Besi = ( kepribadian tinggi hati)
(12) Bahan baku jembatan:
Jembatan Besi = ( punya ikatan yang sangat kuat dengan teman-temanmu)
Jembatan Kayu = (ikatan dengan tidak teman-temanmu tidak begitu kuat/sedang-sedang saja)
Jembatan Rotan – kamu tidak punya ikatan dengan teman-temanmu
(13) Warna kuda:
Putih = (kamu benar-benar suka/mencintai pasanganmu )
Abu-abu/Coklat = (kamu hanya setengah suka/cinta pasanganmu)
Hitam = (kamu tidak benar-benar suka/cinta pasanganmu)
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda:
Diam/Makan rumput = (pasanganmu type rumahan dan orang yang sederhana)
Lari kesana-kemari = ( pasanganmu type yang liar)
Ini bagian paling akhir tapi yang paling penting dari test ini.
Di akhir cerita… tornado datang… Apa yang akan kamu lakukan?
Hanya
ada 3 pilihan:
lari dan bersembunyi di dalam kotak?
lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?
Apa yang kamu pilih? Arti simbol-simbol di atas sebagai berikut:
Tornado = (masalah-masalah dalam hidupmu)
Kotak = (kamu)
Jembatan = (teman-temanmu)
Kuda = (pasanganmu)
Jadi, kalau kamu pilih kotak + (artinya kamu suka menyimpan masalah-masalahmu untuk dirimu sendiri
kapanpun kamu ketemu masalah.)
atau jika kamu pilih jembatan = (kamu akan mencari teman-temanmu kapanpun kamu ketemu masalah)
atau yang terakhir jika kamu memilih kuda= ( kamu akan mencari pasanganmu kapanpun kamu ketemu masalah.)
Desember 6, 2008 pada 7:47 am (Uncategorized)